Muskuloskeletal disorders (MSDs) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya injury atau nyeri pada sendi, ligamen, otot, saraf, tendon dan struktur tubuh lainnya yang menyagga limb, neck, dan back (America academy of Orthopeadic Surgeon, 2009).
MSDs merupakan penyait degeneratif dan kondisi inflamasi yang mengakibatkan nyeri dan menghambat aktivitas fungsional. MSDs dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, meliputi upper dan lower back, neck, shoulders and extremitas (arms,legs,feet and hand).
MSDs dapat terjadi pengerahan tenaga secara tiba-tiba (seperti, mengakat objek yang berat). atau dapat terjadi dari gerakan yang sama berulang kali ( repetitive strain), atau dari paparan berulang terhadap force, getaran, atau sikap tubuh yang buruk.
Contoh spesifik dari MSDs misalnya carpal tunnel syndrome, epicondylitis dan tendinitis.
PENYEBABKAB MSDs
MSDs dapat terjadi akibat faktor biomeknik, perbedaan gender, psikososial, dan aktivitas.
Biomekanik
MSDs dapat disebabjan oleh beban force biomekani yang harus di terapkan untuk melakukan pererjaan, lamanya force yang diterapkan, frekuensi untuk melakukan perkerjaan. aktivitas yang diterapkan, dan frekuensi untuk melakukan perkerjaan. aktivitas yang melibatkan beban berat dapat menyebabkan cedera akut, tetapi kebanyakan MSDs terkait dengan gerakan yang berulang, atau dari mempertahan posisi statis. bahkan aktivitas yang tidak memerlukan banyak kekuatan dapat mengakibatkan strain pada otot jika aktivitas diulang cukup sering pada iterval pendek. Faktor resiko MSDs melibatkan aktivitas dengan beban force, repetisi atau mempertahankan postur nonnetral.
Perbedaan Gender
perbedaan gender merupakan salah satu faktor dengan tingkat MSDs yang lebih tinggi terjadi pada wanita dibandingkan pria. Obesitas juga merupakan Faktor, dengan indiidu kelebihan berat badan memiiki resiko tinggi terjadinya MSDs, khususnya lower back.
Psikososial
Ada konsensus yang berkembang bahwa faktor psikososial merupakan penyebab lain dari sejumlah MSDs. beberapa teori hubungan penyebab lain dari sejumlah MSDs. Beberapa teori hubungan penyebab ini ditemukan oleh banyak peneliti ahli, antara lain meningkatkan ; Muscle tension, penignkatan darah dan tekanan fludia, penurunan sensitivitas nyeri, penignkatkan pernyataan sensitivitas tubuh. penelitian lainya menujukan bahwa stress ditempat kerja termaksuk tuntutan tinggi pererjaan, kurang nya dukungan sosal, dan overall job strain. peneliti secara konsisten mengeditifikasi hubungan kausal antara ketidakpuasaan kerja dan MSDs. sebaliknya, peningkat kepuasaan kerja dapat mengurangi 17-69 persen dari back disorder terkait dengan perkerjaan, dan peningkatan kontrol kerja dapat mengurangi 37-84 persen dari wrist disorders terkait dengan perkerjaan.
Aktivitas
Setiap Aktivitas yang melibatkan beban biomekanik berulang dapat berkontribusi terhadap MSDs. Kondisi seperti itu sering terjadi diermpat kerja, tetapi dapat pula terjadi dalam aktivitas rumah atau rekreasi. Misal nya, orang tua beresiko untuk mengalami MSDs karena mengakat dan membawa anak-anak mereka. partisipasi dalam olahraga dapat menyebabkan MSDs, dan merupakan penyebab utama dari ankle injury.
GEJALA MSDs
Gejala MSDs dapat menghabat aktivitas sehari-hari (ADL), Seperti berjalan, yang ditandai dengan gerakan terbatas, serta kesulitan menyelesaikan tugas utama. penyebab pasti dari MSDs, Bila terdapat:
- Recurrent Pain.
- Stiff, Join Pain.
- Swelling.
- Dull Aches.
FUNDAMENTAL TES SPESIFIK PADA MSDs
Aturan Dasar
Ada sejumlah prinsip penting untuk diingat ketika melakukan Tes Spessifik MSDs ini :
ANDA TELAH MENGAMBIL DATA HISTORY DAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN FUNGSI DASAR.
dari sini, anda mungkin menduga adanya lesi pada jaringan tertentu atau pada sendi. tes spesifik MSDs yang paling relevan berfungsi sebagai titik awal penting yang memungkikan prektis untuk mempertimbakan diagnosa diferensial sebelum memilih test Spesifik MSDs paling tepat yang dibituhkan untuk kondisi target.
TAHU APA YANG "NORMAL" BAGI PASIEN ANDA.
Praktisi yang berpengalaman akan mengenal bahwa jarak gerak sendi setiap populasi normal sangat bervariasi bergantung pada usia, jenis kelamin, dan bentuk tubuh. untuk setiap tes, kita telah membuat asumsi bahwa pertama pratisi akan melakukan manuver pada lims yang normal untuk memastikan jarak gerak normatif dan respon pasien terhadap prosedur.
SELEKTIF DALAM MENGGUNAKAN TES SPESIFIK MSDs.
beberapa tes spesifik MSDs memiliki bukti yang akurat untuk mendukung asumsi sementara anda. oleh karen itu, perlu mempertimbangkan secara tepat ketika menerapkan tes spesifik MSDs dan menginterpreasikan hasil. dengan menggunakan uji sensitif sebagi bagian dari pemeriksaan screening untuk kondisi (tes sensitifitas memungkikan anda untuk menyingkirkan kondisi tes negatif) dan tes Spesifik MSDs paling valid untuk mengkonfirmasi diagnosa yang dicurigai ( jika ini positif, akan anda dapat lebih yakni bahwa kondisi tersebut ada) akan membantu anda melakukan investigasi target dan rencana intervensi.
GUNAKAN TES SPESIFIK MSDs YANG SAMA SECARA TERATUR.
Praktek membuat kesempurnaan. semakin banyak kondisi yang sama anda dapatkan dari kelompok pasien tertentu semakin mahir anda melakukan tes spesifik MSDs dan mengiterpretasikan hasil. mengembangkan keterampilan teknis yang diperlukan untuk melakukan tes yang baik akan meningkkatkan reliability intra-tester dan meningkatkan rasa percaya diri anda dalam setiap temuan.
INGAT BAHWA TIDAK ADA TES DIAGNOSTIK
tentu saja, sangat sedikit tes spesifik MSDs dapat diharapkan untuk menyakikan atau menyingkirkan kondisi tertentu, tetapi termasuk dalam indeks kecurigaan yang akan mengiformasikan proses clinical anda.
CARA MELAKUKAN TES SPESIFIK MSDs
melakukan tes spesifik MSDs secara akurat dan konsisten sangat penting, dan ada beberapa saran dasar tentang bagaimana anda melakukan hal ini.
PASTIKAN PASIEN MERASA NYAMAN
hal ini akan membantu meminimalkan spasme, nyeri, dan aktivitas volunter otot. jika pasien khawatir dan sulit untuk rileks, maka melakukan tes spesifik MSDs akan sulit dan hasilnya tidak reliable.
USAHAKAN DIRI ANDA RILEKS DAN NYAMAN
pegangan yang terlalu ketat pada jaringan lunak tidak memberikan kesan kenyamanan dan ini aka membuat pasien tidak rileks. upayakan pegangan anda rileks dan gunakan tidak saja untuk melakukan manuver tetapi juga saat merasakan respon dari jaringan dan pasien. pastikan fasilitas posisi anda yang memudahkan gerak untuk memungkikan anda memberikan support yang tepat atau resisten dengan usaha minimal.
-Narasumber Professor Andrew Hassell